Si anak lelaki memandangi neneknya yang sedang menulis surat, lalu
bertanya, “Apakah Nenek sedang menulis cerita tentang kegiatan kita?
Apakah cerita ini tentang aku?”
Sang nenek berhenti menulis surat dan berkata kepada cucunya, “Nenek
memang sedang menulis tentang dirimu, sebenarnya, tetapi ada yang lebih
penting daripada kata – kata yang sedang Nenek tulis, yakni pensil yang
Nenek gunakan. Mudah – mudahan kau menjadi seperti pensil ini, kalau kau
sudah dewasa nanti.”
Si anak lelaki merasa heran, diamatinya pensil itu, kelihatannya biasa saja.
“Tapi pensil itu sama saja dengan pensil – pensil lain yang pernah kulihat!”
“Itu tergantung bagaimana kau memandang segala
sesuatunya. Ada lima pokok yang penting, dan kalau kau berhasil
menerapkannya, kau akan senantiasa merasa damai dalam menjalani
hidupmu.”
Pertama : Kau sanggup melakukan hal – hal yang besar, tetapi jangan
pernah lupa bahwa ada tangan yang membimbing setiap langkahmu. Kita
menyebutnya tangan Tuhan. Dia selalu membimbing kita sesuai dengan
kehendak-Nya.
Kedua : Sesekali Nenek mesti berhenti menulis dan meraut pensil ini.
Pensil ini akan merasa sakit sedikit, tetapi sesudahnya dia menjadi jauh
lebih tajam. Begitu pula denganmu, kau harus belajar menanggung
beberapa penderitaan dan kesedihan, sebab penderitaan dan kesedihan akan
menjadikanmu orang yang lebih baik.
Ketiga : Pensil ini tidak keberatan kalau kita menggunakan penghapus
untuk menghapus kesalahan – kesalahan yang kita buat. Ini berarti, tidak
apa – apa kalau kita memperbaiki sesuatu yang pernah kita lakukan. Kita
jadi tetap berada di jalan yang benar untuk menuju keadilan.
Keempat : Yang paling penting pada sebatang pensil bukanlah bagian
luarnya yang dari kayu, melainkan bahan grafit di dalamnya. Jadi,
perhatikan selalu apa yang sedang berlangsung di dalam dirimu.
Dan yang Kelima : Pensil ini selalu meninggalkan bekas. Begitu pula
apa yang kau lakukan. Kau harus tahu bahwa segala sesuatu yang kau
lakukan dalam hidupmu akan meninggalkan bekas, maka berusahalah untuk
menyadari hal tersebut dalam setiap tindakanmu.
Selasa, 21 April 2015
Kamis, 16 April 2015
Membuat Origami Berbentuk Kuda
Bahan yang digunakan adalah kertas lipat berwarna berbentuk bujur sangkar. Berikut ini cara membuat origami kepala kuda:
(a) Lipat kertas keatas secara diagonal sehingga membentuk segitiga.
(b) Lipat kembali kertas membentuk segitiga yang lebih kecil, tekan lipatannya.
(c) Buka lipatan sehingga terlihat garis lipatnya.
(d) Ambil ujung kanan segitiga, lipat ke tengah tepat pada garis lipat, lakukan juga pada ujung kiri.
(e) Ambil ujung atas, lipat sedikit ke bagian dalam.
(f) Ambil ujung samping, lipat sedikit ke luar.
(g) Ambil ujung bawah, lipat ke atas.
(h) Balikkan origami, jadilah origami berbentuk kepala kuda.
Agar lebih menarik, gambarkan mata/pasang kancing mata, hidung, dan mulut pada origami kepala kuda ini dengan menggunakan spidol.
Origami bentuk kodok yang bisa melompat-lompat tentu bisa menjadi
mainan menarik yang murah meriah. Buatlah origami kodok ini bersama
anak-anak Bunda. Mainkan kodok dengan jari telunjuk, lihatlah origami
kodok melompat.
Cara membuat origami berbentuk kodok:
(a) Lipat kertas ke samping kanan

(b) Lipat kertas ke bawah

(c) Lipat bagian depan ke atas

(d) Buka lipatan atas

(e) Lipat bagian atas ke kanan membentuk segitiga lalu buka lipatan

(f) Lipat bagian atas ke kiri membentuk segitiga lalu buka lipatan

(g) Untuk bagian atas, tekuk ke sisi dalam hingga membentuk segitiga

(h) Lipat bagian bawah ke atas

(i) Lipat samping kanan dan kiri ke tengah

(j) Lipat kembali bagian bawah ke atas

(k) Lipat samping kiri dan kanan ke tengah membentuk segitiga

(l) Buka lipatan di bagian bawah lalu tekuk ke bagian dalam hingga berbentuk seperti kapal

(m) Lipat ke bawah

(n) Lipat bagian bawah ke samping kanan kiri

(o) Lipat bagian segitiga sisi kanan dan kiri ke atas

(p) Lipat bagian bawah ke atas tepat ke garis tengah

(q) Lipat bagian depan ke bawah lalu balikkan

(r) Jadilah origami berbentuk kodok melompat

Gambarkan mata dan mulut kodok. Lalu tekan bagian belakang kodok dengan telunjuk jari, lihatlah kodok melompat .. hop … hop … hop …
Cara membuat origami berbentuk kodok:
(a) Lipat kertas ke samping kanan
(b) Lipat kertas ke bawah
(c) Lipat bagian depan ke atas
(d) Buka lipatan atas
(e) Lipat bagian atas ke kanan membentuk segitiga lalu buka lipatan
(f) Lipat bagian atas ke kiri membentuk segitiga lalu buka lipatan
(g) Untuk bagian atas, tekuk ke sisi dalam hingga membentuk segitiga
(h) Lipat bagian bawah ke atas
(i) Lipat samping kanan dan kiri ke tengah
(j) Lipat kembali bagian bawah ke atas
(k) Lipat samping kiri dan kanan ke tengah membentuk segitiga
(l) Buka lipatan di bagian bawah lalu tekuk ke bagian dalam hingga berbentuk seperti kapal
(m) Lipat ke bawah
(n) Lipat bagian bawah ke samping kanan kiri
(o) Lipat bagian segitiga sisi kanan dan kiri ke atas
(p) Lipat bagian bawah ke atas tepat ke garis tengah
(q) Lipat bagian depan ke bawah lalu balikkan
(r) Jadilah origami berbentuk kodok melompat
Gambarkan mata dan mulut kodok. Lalu tekan bagian belakang kodok dengan telunjuk jari, lihatlah kodok melompat .. hop … hop … hop …
Sabtu, 11 April 2015
SASTRA
Ada
berbagai macam sastra, salah satunya yaitu pantun. Pantun adalah sastra yang
telah berkembang sejak adanya sastra modern, yang mana isi dari pantun bersifat
menghibur, menyindir, bahkan memotivasi para pembaca. Pantun mempunyai sajak
a-b-a-b yang terdiri dari 4baris. Bait pertama dan kedua dinamakan sampiran,
sedangkan bait ketiga dan keempat dinamakan isi. Ada berbagai jenis pantun,
seperti: Pantun Jenaka, Pantun Anak-anak, Pantun orang Dewasa, Pantun orang Remaja, dsb.
Berikut contoh pantun:
PANTUN
CINTA
Karya:
Dwi Sanmadi
Anak kecil bilang I love you
Pura-pura aja sok tampan
Tanggal 18 kita bertemu
Sejarah cinta tuk masa depan
Awal
pertama kita kenalan
Saling
malu sebutkan nama
6
bulan telah berjalan
Tetap
cinta tuk selamanya
Liat air ternyata api
Akibat ceroboh kurang nanya
Pertanda jodoh kian pasti
Dwi dan dewi pasangannya
Cinta
bagaikan sangkar
Yang
terkurung ketika sepi
Walau
sering kita bertengkar
Namun
cinta selalu dihati
Memang cinta saling mengisi
Ciuman bukanlah tanda
Kamu dari kintamani
Aku dari Nusa Penida
Satu
hati kita sepakat
Jangan
harus buruk sangka
Nama
cinta telah kau buat
Hanya
untuk aku yang kau cinta
Dua hati bercumbu rayu
membangun masa depan
Sebuah nama telah bersatu
Kitalah Hoshikun dan Aichan
Sekaian pantun dari saya, semoga bisa menambah
wawasan teman-teman tentang pantun cinta. Tetap semangat dan jangan putus asa.
Tetaplah berkarya dan temukan inovasi diri kalian. Terima kasih.
Tentang
Penulis:
Nama
: I Kadek Dwi Sanmadi Mantara
Asal:
Nusa Penida, Bali
Hobi:
Menulis
Kamis, 09 April 2015
Langganan:
Postingan (Atom)
